Kamis, 01 Agustus 2019

PENGERTIAN MARKETING

PENGERTIAN MARKETING
Marketing adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk memasarkan produk atau mengenalkan produk kepada masyarakat dengan berbagai cara, agar produk tersebut menjadi banyak diminati oleh masyarakat luas. Sehingga dalam hal ini pengertian marketing tidak hanya sebatas saat terjadi pemasaran, namun juga mengenai strategi yang digunakan, serta cara memberikan kepuasan kepada konsumen.
Konsumen sebagai orientasi utama kegiatan pemasaran. Kepuasan konsumen menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan. Jika pada proses sales hubungan konsumen terjadi hanya pada saat itu. Berbeda dengan marketing, yang mana hubungannya akan terus berlanjut. Marketing akan terus memperhatikan pelanggannya. Hubungan marketing dengan pelanggan harus dijaga dengan baik. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan terhada produk Anda.
Marketing adalah bagian penting dari suatu perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, barang dari produsen bisa sampai kepada konsumen. Oleh sebab itu, marketing sering disebut sebagai penghubung produsen dan konsumen. Strategi marketing harus jelas. Hal ini perlu dilakukan agar barang dari produsen dapat sampai kepada konsumen dalam waktu yang tepat. Strategi ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadi kekecewaan konsumen.
Seorang pekerja marketing, harus paham betul mengenai pengertian marketing. Hal inilah yang akan membantu mereka dalam menjalankan tugasnya. Staf marketing harus memahami empat konsep dasar marketing, yaitu produksi, produk, penjualan, dan pemasaran.
Konsep pertama yaitu produksi. Staf marketing harus tahu mengenai produk yang sedang diminati konsumen pada saat itu. Lakukan pengamatan langsung ke lapangan. Selidiki juga harga yang beredar di pasaran. Hal ini dapat menjadi acuan untuk merencanakan produk apa yang akan dihasilkan perusahaan nantinya.
Konsep yang kedua adalah produk. Konsumen akan menyukai produk yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan peningkatan kualitas terhadap produk. Ciptakan produk yang memiliki kualitas lebih baik daripada produk perusahaan lain. Hasilkan produk yang memiliki keunikan sendiri, berbeda dengan para pesaing. Hal ini akan menjadi ciri khusus produk Anda. Sehingga diharapkan konsumen akan lebih tertarik dengan produk Anda.
Konsep yang ketiga adalah penjualan. Promosi merupakan salah satu bagian penjualan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan kepada konsumen tentang produk yang kita miliki. Jika perlu, berikan bonus terhadap pembeli dengan syarat tertentu. Hal ini tentunya dapat menjadi tarik konsumen untuk datang ke perusahaan Anda.
Konsep yang keempat adalah pemasaran. Konsep ini merupakan lanjutan dari konsep penjualan. Tujuan utama dari kegiatan marketing adalah terpenuhinya kebutuhan pasar. Kepuasan pelanggan terhadap produk dalam hal ini sangat diperhatikan. Kebutuhan pasar dianggap berhasil terpenuhi, jika Anda mampu memenuhi keinginan pelanggan.
Ada juga yang mendefinisikan marketing sebagi proses persaingan antar perusahaan untuk menghasilkan produk berkualitas. Persaingan ini terjadi tentunya karena ingin menarik hati konsumen. Kualitas produk yang baik, akan lebih diminati oleh konsumen. Apalagi jika didukung oleh pelayanan yang baik terhadap konsumen
Marketing dapat didefinisikan sebagai usaha memadukan beberapa faktor untuk memenuhi kebutuhan konsumen, demi tercapainya kepuasan konsumen. Pada dasarnya marketing selalu berhubungan dengan konsumen. Walaupun berbeda-beda pendapat orang tentang marketing, namun pada intinya selalu bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

JENIS JENIS PASAR

JENIS JENIS PASAR

Jenis – Jenis Pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan, cara transaksi dan menurut jenis barangnya.

Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.  Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak).  Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
  • Pasar Nyata.
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
  • Pasar Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
  • Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
  • Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
  • Pasar Lokal
  • Pasar Daerah
  • Pasar Nasional dan
  • Pasar Internasional
Pengertian dan Macam-macam Pasar Menurut Bentuk dan Strukturnya
Pasar menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu pasar persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli.
a. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.
Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri berikut ini.
1) Banyak penjual dan pembeli.
2) Barang yang diperjualbelikan sejenis (homogen).
3) Penjual maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang pasar.
4) Harga ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar pasar.
6) Tidak ada campur tangan pemerintah. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain pasar hasil-hasil pertanian.
b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar.
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu. Pada pasar monopoli terdapat ciri-ciri berikut ini.
a) Hanya ada satu penjual sebagai pengambil keputusan harga (melakukan monopoli pasar).
b) Penjual lain tidak ada yang mampu menyaingi dagangannya.
c) Pedagang lain tidak dapat masuk karena ada hambatan dengan undang-undang atau karena teknik yang canggih.
d) Jenis barang yang diperjualbelikan hanya semacam.
e) Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam penentuan harga, contoh: PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).
2) Pasar Persaingan Monopolistis
Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.
Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri-ciri berikut ini.
a) Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.
b) Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya berbeda. Contoh: sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.
c) Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga tidak ada satu penjual yang akan menguasai pasar.
d) Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.
e) Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan dan memengaruhi harga pasar.
f) Adanya peluang untuk bersaing dalam keanekaragaman jenis barang yang dijual.
3) Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contoh:
perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen. Pasar oligopoli mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a) Hanya terdapat sedikit penjual, sehingga keputusan dari salah satu penjual akan memengaruhi penjual lainnya.
b) Produk-produknya berstandar.
c) Kemungkinan ada penjual lain untuk masuk pasar masih terbuka.
d) Peran iklan sangat besar dalam penjualan produk perusahaan.

Rabu, 24 Juli 2019

CARA MEMBUAT ANALISA PASAR



CARA MEMBUAT ANALISA PASAR

1. Identifikasi pasar sasaran Anda.

 Pertama-tama, Anda harus menentukan kepada siapa produk atau jasa perusahaan ingin ditawarkan. Hebat sekali jika seluruh dunia menginginkan produk atau jasa Anda, tetapi hal tersebut tentu tidak realistis. Sebagai contoh, jika Anda memproduksi komponen mobil, artinya pasar sasaran Anda adalah orang-orang yang memiliki atau menangani mobil. Namun, jika Anda adalah musisi yang khusus berkecimpung di musik anak-anak, pasar sasaran Anda adalah orang tua yang memiliki anak-anak kecil, atau bahkan anak-anak itu sendiri. [1]
Identifikasi pasar sasaran akan membantu Anda menentukan cara beriklan dan memaksimalkan nilai sumber daya pemasaran.


2. Gunakan berbagai sumber daya
Ada banyak sumber daya di internet yang tepercaya karena berasal dari berbagai sumber pemerintah. Di AS beberapa sumber yang dapat diandalkan di antaranya: [2]
U.S. Census Bureau, www.census.gov
www.business.gov, yang berisi tautan menuju data-data terkait bisnis dalam lingkup negara bagian dan nasional.
Bureau of Labor Statistics, www.bls.gov
U.S. Department of Commerce, www.commerce.gov



3. Pelajari pasar sasaran secara demografis.
 Identifikasi pasar sasaran membantu Anda memfokuskan sumber daya pemasaran dan meningkatkan laba secara keseluruhan. Tujuan identifikasi bukan untuk mengesampingkan siapa pun, melainkan mengenali pasar yang berpeluang besar menjadi pelanggan. Karakteristik demografis terdiri dari usia, gender, status perkawinan, ukuran keluarga, penghasilan, tingkat pendidikan, ras, dan agama. [3]
Informasi demografis biasanya dapat ditemukan di internet berupa kompilasi berbagai laporan dari pemerintah pusat. Anda bisa mencoba mencari data di pangkalan data Badan Pusat Statistik di https://www.bps.go.id/
Jika Anda memasarkan produk atau jasa ke bisnis lain, informasi demografis juga terdiri dari lokasi bisnis terkait, banyaknya cabang yang dimiliki, pendapatan tahunan, jumlah karyawan, industri, dan seberapa lama unit bisnis telah berjalan. Biasanya Anda bisa mengumpulkan data ini dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan kepada umum. Coba kunjungi situs perusahaan terkait, situs Bursa Efek Indonesia, atau hubungi langsung perusahaan untuk memperoleh laporan keuangan bisnis terkait.



4. Jabarkan psikografis pasar sasaran Anda.
Informasi psikografis menjelaskan perilaku, kepercayaan, emosi, dan nilai-nilai audiensi Anda. Biasanya informasi ini menjawab pertanyaan “kenapa?” Kenapa seseorang membeli sesuatu? Kenapa seseorang kembali ke suatu toko tertentu? Riset psikografis terdiri dari tahap keluarga, hobi dan minat, jenis hiburan yang digeluti, dan gaya hidup pasar sasaran Anda. [4]
Informasi psikografis sering kali ditemukan di dalam survei atau grup fokus. Meskipun Anda bisa mencarinya sendiri, sebaiknya gunakan jasa perusahaan riset pemasaran untuk membantu menyusun struktur survei, memilih kata-kata untuk pertanyaan dengan cermat, dan terlibat dengan grup fokus dengan cara yang efektif. [5]
Untuk bisnis, informasi psikografis dapat menyertakan nilai atau moto, bagaimana penampilan perusahaan di hadapan pelanggan, dan seberapa formal/informal lingkungan kerjanya. Anda bisa mengumpulkan sebagian informasi ini dari observasi mandiri saat mengunjungi toko, atau dengan membaca ulasan situs bisnis terkait. Anda juga bisa mengulas laporan keuangan tahunan lewat situs BEI.



5. Pahami pasar sasaran secara perilaku.
 Informasi perilaku akan membantu Anda memahami alasan seseorang memilih suatu produk atau jasa dibandingkan produk atau jasa lainnya. Informasi ini juga terdiri dari seberapa sering pasar sasaran membeli, jumlah dan cara membeli produk atau jasa, apakah penggunaan produk atau jasa berkaitan dengan acara tertentu, dan seberapa lama pelanggan memutuskan untuk membeli produk. Dengan memanfaatkan sumber daya di internet, pemasaran berdasarkan perilaku dapat menjadi alat yang kuat dengan mengincar calon pelanggan secara individu. [6]
Tentukan seberapa penting loyalitas merek atau perusahaan kepada pasar sasaran.
Cari tahu apakah audiensi lebih mengutamakan kemudahan, harga yang terjangkau, atau kualitas.
Gunakan survey pasar untuk mengetahui cara pasar sasaran Anda biasanya membayar produk atau jasa.
Tanyakan apakah pelanggan lebih memiliki interaksi antarmuka atau belanja daring.
Untuk data jenis ini, Anda mungkin perlu melaksanakan penelitian sendiri atau menggunakan bantuan jasa perusahaan riset.